Kamis, 01 September 2016

Marhaban ya ‘Asro Dzilhijjah…!!! مرحبا با عشر ذي الحجة

by: Hasan Bishri

Mana yang Lebih Utama? 10 hari Pertama Dzulhijjah atau 10 Terakhir Ramadhan?
Bulan Ramadhan dan Dzulhijjah adalah Dua Bulan yang sangat istimewa di sisi Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عن أَبِى بَكْرَةَ -رضي الله عنه-، عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: شَهْرَانِ لاَ يَنْقُصَانِ، شَهْرَا عِيدٍ: رَمَضَانُ وَذُو الْحَجَّةِ. (رواه البخاري)

Dari Abu Bakrah ra. Nabi saw. bersabda, “Dua bulan yang tidak berkurang (keutamaannya), keduanya Bulan Hari Raya. Yaitu: Ramadhan dan Dzulhijjah.” (HR. Bukhari).
Benarkah 10 hari Pertama Dzulhijjah lebih utama daripada 10 hari Terakhir Ramadhan? Simak jawaban dari Imam Ibnu Katsir rahimahullah:

فَهَذَا اْلعَشْرُ قَدْ قِيْلَ إِنَّهُ أَفْضَلُ أَيَّامِ السَّنَةِ، كَمَا نَطَقَ بِهِ الْحَدِيْثُ. وَفَضْلُهُ كَثِيْرٌ عَلَى عَشْرِ رَمَضَانَ الْأَخِيْرِ، لِأَنَّ هَذَا يُشْرَعُ فِيْهِ مَا يُشْرَعُ فِيْ ذَلِكَ، مِنْ صَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَصَدَقَةٍ وَغَيْرِهَا، وَيَمْتَازُ هَذَا بِاخْتِصَاصِهِ بِأَدَاءِ فَرْضِ الْحَجِّ فِيْهِ.
10 Hari Pertama (bulan Dzulhijjah), ada yang berpendapat bahwa ia merupakan hari-hari yang paling utama dalam setahun, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits. Dan keutamaannya lebih banyak dibandingkan dengan 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Karena di waktu itu disyari’atkan ibadah seperti yang disyari’atkan di bulan Ramadhan, seperti Shalat, Puasa, Sedekah dan yang lainnya. Bahkan ini lebih istimewa karena adanya Ibadah Haji di dalamnya.

وَقِيْلَ ذَلِكَ أَفْضَلُ، لِاشْتِمَالِهِ عَلَى لَيْلَةِ اْلقَدْرِ الَّتِيْ هِيَ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. وَتَوَسَّطَ آخَرُوْنَ، فَقَالُوْا: أَيَّامُ هَذَا أَفْضَلُ، وَلَيَالِي ذَلِكَ أَفْضَلُ، وَبِهَذَا يَجْتَمِعُ شَمْلَ اْلأَدِلَّةِ. والله أعلم“  (تفسير ابن كثير: 3| 303)

Dan ada yang berpendapat: 10 hari terakhir Ramadhan lebih utama, karena di dalamnya ada Lailatul Qodr yang nilainya lebih baik daripada 1000 bulan. Sebagian lainnya bersikap moderat, mereka berkata: Siang hari, 10 hari pertama Dzulhijjah lebih utama. Dan malam hari, 10 hari terakhir Ramadhan lebih utama. Dengan begitu, terakomodirlah semua dalil yang ada. Wallohu a’lam.”  (Tafsir Ibnu Katsir: 3/ 303).

Apa Dalil Mereka yang mengatakan bahwa 10 hari Pertama Dzulhijjah lebih utama daripada 10 hari Terakhir Ramadhan? Simaklah hadits-hadits Shahih berikut sebagai jawaban:

أَفْضَلُ أَيَّامِ الدُّنْيَا أَيَّامُ الْعَشْرِ. (رواه البزار)

“Hari yang paling utama di Dunia adalah sepuluh hari pertama (Dzulhijjah).” (HR. Bazzar dari Jabir, dan dishahihkan al-Albani).

Minggu, 05 Juni 2016

Amalan Unggulan Ramadhan (11) by Graha Ruqyah and Bekam (GRaB)

Abu Nicky, Lc. ( Konsultan dan Praktisi Ruqyah Syar’iyah GraB)

Amalan Unggulan apa yang kudu kita prioritaskan di Bulan Ramadhan? Jawabannya adalah Zakat Fitrah. Itu adalah ibadah khas yang ada di Bulan Ramadhan, sehingga patut untuk kita beri perhatian lebih dan jangan sampai terlupakan. Karena banyak manfaatnya dan juga banyak hikmahnya.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa makanan yang digunakan untuk zakat fithri disebut dengan fithroh (fitrah). Itu hanya istilah fuqoha saja, bukan istilah dari Arab atau diarab-arabkan. Sehingga boleh juga penyebutannya dengan zakat fitrah sebagai istilah syar’i. Intinya, zakat fithri adalah zakat yang diwajibkan karena tidak berpuasanya lagi orang yang berpuasa. (Lihat KitabAl-Mausu’atul Fiqhiyyah: 23/ 335).

عَنِ ابْنِ عُمَرَ -رضي الله عنه- قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ. وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ. (رواه البخاري)

Artinya: Ibnu Umar ra.berkata: Rasulullah saw. Telah mewajibkan Zakat Fithrah 1 Sha’ dari Kurma atau dari gandum atas kaum muslim, budak dan merdeka, laki dan perempuan, kecil dan besar. Dan beiau peritahka nuntuk ditunaikan sebelum manusia berangkat shalat (‘Ied).” (HR. Bukhari).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ. مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ. (رواه أبو داود وحسنه الألباني)

Jumat, 03 Juni 2016

Amalan Unggulan Ramadhan (10) by Graha Ruqyah and Bekam (GRaB)

Abu Nicky, Lc. (Konsultan dan Praktisi Ruqyah Syar’iyah GraB)

Amalan Unggulan lainnya yang harus kita berikan perhatian lebih untuk bisa melaksanakannya adalah Menjaring Lailatul Qadr. Dalam surat al-Qadr kata ‘Lailatul Qadri’ diulang sampai 3 kali, guna mengagungkan malam tersebut serta menarik perhatian siapapun yang membacanya agar lebih ‘Ngeh’dengan malam tersebut.

Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa, karena malam tersebut adalah malam yang penuh kedamaian, karena Allah tidak menakdirkan di malam tersebut melainkan keselamatan. Berbeda dengan malam-malam lainnya, Allah menakdirkan keselamatan dan musibah. Ada juga yang berpendapat bahwa malam itu disebut dengan Lailatul qadri karena banyaknya do’a keselamatan yang dipanjatkan oleh para malaikat untuk kaum mukmin dan mukminah hingga terbitnya Fajar atau Shubuh.

Ada riwayat yang menjelaskan kronologi adanya Lailatul qodri untuk ummat Nabi Muhammad saw. Tapi hadits itu didhoifkan oleh Syekh al-Albani:

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أُرِىَ أَعْمَارَ النَّاسِ قَبْلَهُ أَوْ مَا شَاءَ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ، فَكَأَنَّهُ تَقَاصَرَ أَعْمَارَ أُمَّتِهِ أَنْ لاَ يَبْلُغُوا مِنَ الْعَمَلِ مِثْلَ الَّذِى بَلَغَ غَيْرُهُمْ فِى طُولِ الْعُمْرِ، فَأَعْطَاهُ اللَّهُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ.

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah saw. diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya -yang relatif panjang- sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek, (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka beramal karena panjangnya usia mereka, maka Allah memberikan Rasulullah Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR. Imam Malik).

Amalan Unggulan Ramadhan (9) by Graha Ruqyah and Bekam (GRaB)

Abu Nicky, Lc.

(Konsultan dan Praktisi Ruqyah Syar’iyyah GRaB)

Apakah amalan unggulan lainnya yang harusnya kita perioritaskan di dalan Bulan Ramadhan yang mulia? Beri’tikaf, itulah jawabannya. Makna I’tikaf adalah Berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah kepada Allah yang dilakukan oleh orang tertentu dengan tatacara tertentu”(Kitab Al-Mishbahul Munir: 2/424).

Rasulullah saw. Sejak hijrah dari Mekkah keMadinah tidak pernah meninggalkan I’tikaf di bulan Ramadhan sampai akhir hayatnya, seperti yang disampaikan oleh Abu Hurairahra. Dalam hadits: Adalah Rasulullah saw. beri’tikaf di setiap Bulan Ramdhan selama 10 hari. Tatkala di tahun beliau diwafatkan, beliau beri’tikaf selama 20 hari.” (HR. Bukhari)

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Hukum i’tikaf adalah sunnah berdasarkan ijma’ (konsensus) para ulama’”. (Kitab al-Majmu’: 6/ 475). I’tikaf disunnahkan bagi laki-laki maupun perempuan. Hanya saja jika wanita itu sudah bersuami, maka ia harus mendapatkan izin suami saat mau beri’tikaf.

قَالَتْ عائشة –رضي الله عنها-: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ، وَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ دَخَلَ مَكَانَهُ الَّذِى اعْتَكَفَ فِيهِ. فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ أَنْ تَعْتَكِفَ فَأَذِنَ لَهَا فَضَرَبَتْ فِيهِ قُبَّةً

Artinya: “’Aisyahra. berkata: Rasulullah saw. Senantiasa beri’tikaf di bulan Ramadhan. Apabila beliau selesai melaksanakan shalat Shubuh, beliau masuk ketempat I’tikaf. Maka ‘Aisyah pun meminta izin kepada nabi untuk beri’tikaf. Beliau pun mengizinkannya dan ‘Aisyah pun membuat kemah di dalam masjid.” (HR. Ahmad).

Rabu, 01 Juni 2016

Amalan Unggulan Ramadhan (8) by Graha Ruqyah and Bekam (GRaB)

Abu Nicky, Lc.

Termasuk bagian dari amalan unggulan yang bisa kita lakukan di Bulan Ramadhan adalah menunaikan umroh. Umroh termasuk ibadah yang utama dan pahala yang sangat besar akan diberikan kepada mereka yan melaksanakannya dengan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw. dalam hadits berikut:

“(Antara ibadah) umroh hingga umroh yang berikutnya sebagai penebus dosa yang terjadi di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan baginya kecuali Surga.” (HR. Muttafaqun ‘alaih). Dalam riwayat lain, “Jadikanlah antara ibadah haji dan umroh secara beriringan, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana alat pembara api membersihkan kotoran logam besi, emas, dan perak.” (HR. Tirmidzi, dan dishahihkan al-Albani).

Apalagi kalau Umroh tersebut dilaksanakan di bulan yang penuh berkah, yaitu Bulan Ramadhan. Tentu pahala yang didapatkan akan lebih besar dan keutamaannya juga lebih banyak. Seperti yang disabdakan Rasulullah dalam riwayat berikut:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِيْ، فَإنَّ عُمْرَةً فِيْهِ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِيْ. (رواه البخاري ومسلم)

Artinya:  “Apabila Ramadhan tiba, maka umrohlah. Karena umroh di Ramadhan, nilainya setara dengan Haji bersamaku.”(HR. Bukharidan Muslim). Dan dalam riwayat lain:

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Artinya: Jika Ramadhan tiba maka berumrohlah, karena umroh di Bulan Ramadhan setara dengan haji. (HR. Bukhari).