Rabu, 12 Juli 2017

Keajaiban Air dalam Al-Qur’an


Keajaiban Air dalam Al-Qur'an
Salah satu cara untuk menjaga kesehatan secara alami dan Islami sekaligus adalah memperbanyak minum air. Kenapa harus meminum air?  karena ternyata kalau kita renungkan lebih seksama terhadap tubuh kita – dan ini merupakan perintah Allah – , ternyata kita dapatkan bahwa air merupakan komponen terbanyak dalam tubuh kita, bahkan ketika masih janin, kandungan air dalam tubuh hampir mendekati 100%, kemudian setelah lahir kandungan air dalam tubuh mulai berkurang menjadi 80%, kemudian ketika dewasa menjadi 70%, dan ketika sudah lanjut usia bisa menjadi 50%. Fenomena semacam ini sudah dijelaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاء بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا
“ Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.” ( Qs Al Furqan : 54 )
Yang lebih mengejutkan lagi, kalau kita perhatikan bumi yang kita tempati ini, ternyata komponen yang terbanyak adalah air, bukankah lautan luasnya 3 kali lipat dari daratan ? Sungguh Maha Benar Allah, jauh-jauh sebelumnya telah menyatakan hal ini di dalam salah satu firman-Nya :
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“ Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup, apakah mereka beriman  ? “ (Qs Al Anbiya ‘ : 30 )
Ayat di atas mengisyaratkan bahwa kalau kita ingin hidup yang lebih sempurna dan lebih sehat – menurut isyarat ayat di atas – hendaknya kita mengkomsumsi air dalam jumlah yang cukup, baik untuk diminum, atau untuk membersihkan diri dan lingkungan, maupun untuk bersuci.
Para ahli menjelaskan bahwa air merupakan komponen utama sel, jaringan, dan organ manusia. Penurunan total cairan tubuh bisa menyebabkan penurunan volume cairan, baik intrasel maupun ekstrasel, yang dapat berimbas pada kegagalan organ, bahkan kematian.

Selasa, 28 Februari 2017

BEKAM SEMBUHKAN MASUK ANGIN DENGAN IZIN ALLOH SWT

ALAMAT RUQYAH SYAR'IYYAH DAN BEKAM
JL. PERCETAKAN NEGARA VII NO 31 RAWASARI  JAKARTA PUSAT 
BUKA PRAKTEK BEKAM SETIAP HARI DARI JAM 09.00 S/D 17.00 TERMASUK HARI LIBUR DILUAR JAM BISA JANJIAN MENERIMA BEKAM PANGGILAN, BEKAM MASSAL, BEKAM SUAMI ISTRI , BEKAM KEPALA TANPA HARUS MENCUKUR RAMBUT DLL, Tlp : 0815 11311 554 , 0812 828 11254 WA / SMS 


Sebelum Mengenal Thibbun Nabawi (Hijamah/Bekam maupun Produk Herbalnya) saya sering mengalami keluhan dimana saya sering mengalami sakit kepala yang saya sudah mahfum kalau hal itu dikarenakan masuk angin. Dan sudah menjadi tradisi kalau sudah seperti itu saya selalu ‘Kerokan’ dengan minyak kayu putih atau balsem, juga untuk obat obatan selalu saya sediakan untuk antisipasi datangnya penyakit aneh ini. Tapi yang lebih aneh datangnya penyakit ini hampir tiap hari… pokoknya sering banget gitu loh… repot sekali bahkan dalam satu minggu minimal sekali saya harus menjalani rutinitas kerokan yang saya akumulasikan pada hari minggunya. Setelah mengenal Thibbun Nabawi (Hijamah maupun Produk Herbalnya), saya melakukan hijamah pada awalnya setiap minggu selama satu bulan… dan aneh (alhamdulillah) saya semenjak itu tidak mengalami yang namanya rutinitas kerokan karena masuk Angin. Dan juga yang namanya obat obatan sakit kepala yang sering saya konsumsi, alhamdulillah saat ini tidak pernah saya menyentuhnya, cukup dengan mengkonsumsi makanan Herbal dari Thibbun Nabawi ini. Saya baru tahu ini kalau Thibbun Nabawi adalah metode pengobatan terbaik (hal ini telah disampaikan langsung oleh Allah dan Rasulnya), tapi sayang selama ini kita telah tertipu oleh metode pengobatan barat yang tidak pernah memberikan kesembuhan total (bukan solusi). Segala Puji Bagi Allah yang menurunkan metoda pengobatan terbaik untuk umat manusia. …..(Diambil dari Islamic Medicine)

Rabu, 20 April 2016

FENOMENA PENYAKIT AKIBAT GANGGUAN SIHIR DAN JIN

Secara umum berbagai penyakit  yang muncul di tengah masyarakat di Indonesia ini dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu penyakit yang muncul akibat masalah medis dan non medis. Penyakit akibat masalah  medis umumnya bisa ditelusuri secara medis , baik dari hasil pemeriksaan laboratorium maupun diagnosa dokter.  Secara fisik penyakit inipun  bisa terlihat seperti luka , bisul, kurap, bengkak, kaki atau tangan lumpuh dan lain sebagainya. Penyakit seperti ini karena jelas penyebabnya bisa dirawat dan diobati secara medis oleh dokter atau rumah sakit.
Lain halnya dengan penyakit non medis atau penyakit akibat gangguan sihir dan syetan dari golongan jin. Penyakit ini terasa kehadirannya oleh penderita. Namun ketika dibawa kedokter atau dicek pada laboratorium medis tidak ditemukan kelainan. Dokter sulit memberikan obat yang tepat karena tidak ditemukan adanya kelainan, sementara si pasien mengeluhkan rasa sakit yang amat sangat.
Masing masing penyakit diatas mempunyai cara pengobatan sendiri. Penyakit non medis tidak bisa disembuhkan dengan cara medis demikian pula sebaliknya. Banyak orang yang terkena penyakit non medis ditangani secara medis tentu saja tidak kunjung sembuh, bahkan penyakitnya bertambah parah karena mendapat pengobatan yang tidak tepat. Diantaranya bahkan ada yang malah keracunan obat karena terus menerus makan obat dari dokter yang tidak tepat penggunaannya. Menghadapi penyakit non medis ini kadangkala dokter menjadi bingung untuk memberikan obat, karena secara medis tidak ditemukan kelainan.
Penyakit non medis ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu , ini adalah penyakit yang ditimbulkan oleh kejahatan syetan dari golongan Jin terhadap manusia. Mereka memang memiliki kemampuam untuk  mengganggu fungsi organ tubuh manusia dengan seizin Allah. Tanpa izin dan kehendak Allah mereka tidak bisa melakukan semua itu.

Senin, 08 Februari 2016

Kesaksian kyai NU yang Taubat dari Ilmu Hikmah (Kesaktian, Kanuragan, Ilmu Ghoib)

 Ada kisah dari Kyai NU bernama Abdul Wachid Ghozali (Pimpinan Pondok Pesantren Assalam yang berada di Desa Tunjungtirto Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang) selama beliau mempelajari ilmu hikmah dan sampai pada saat beliau bertobat. Berikut ini kisahnya : 
Saya mulai belajar ilmu-ilmu perdukunan sejak masih Tsanawiyah. Tawuran yang menjadi tren ketika itu, membuat tekad saya untuk mempelajari ilmu klenik semakin kuat. Di sebuah pesantren, saya memulai belajar dengan puasa patigeni dan selametan pakai ayam jago. Hatinya saya yang makan, dagingnya yang makan kyainya. Wah, saya diakali thok…Kalau gitu ya nayamul (Bahasa Arema: lumayan) buat kyainya (Tertawa). Kemudian disuruh puasa 40 hari. Setelah itu, untuk mengetahui sah tidaknya puasa dites. Tesnya dengan cara membaca wirid dulu. Salah satu wiridnya adalah: Ya maliki ya maliku, iyyaka nakbudu waiyyaka nastain. Jarum ditusukkan dan kulit saya disilet. Aneh, tidak ada darah yang keluar sedikitpun, walaupun ada bekasnya. Pertanda puasa saya sah. Saya lulus.

Padahal saya melanggar aturan guru, karena saya hanya sanggup puasa selama 7 hari. Baru dapat beberapa hari, BAB saya berwarna putih. “Waduh, bisa-bisa mati saya,” pikir saya. Saya memang berbakat untuk urusan ilmu-ilmu seperti ini. Kata orang, saya ini keturunan Joko Tingkir, jadi dzikirnya bisa pamungkasan (ampuh). Cirinya adalah panjang depa kedua tangan saya lebih panjang dari panjang badannya. Sementara teman-teman yang puasa genap 40 hari lengkap ada yang disuruh mengulang karena tidak lulus.

Belajar ilmu seperti itu ada urutannya. Pertama, ilmu Karamah selanjutnya ilmu tenaga dalam. Kalau orang cuma belajar tenaga dalam tanpa karamah biasanya tidak kuat. Ilmu tenaga dalam itu mudah. Beli juga bisa. Diisi langsung bisa di tempat. Nah, di tenaga dalam inilah nanti setiap dukun itu mempunyai spesialisasi sendiri-sendiri. Ada ilmu kebal, pelet, santet dan sebagainya. Tanpa dua ilmu ini, berarti itu dukun bohongan. Setelah kedua ilmu tersebut berikutnya adalah lelakon yang berfungsi untuk mempertahankan dan meningkatkan.

Cara mendapatkan ilmu karamah dengan membaca shalawat, kemudian puasa beberapa hari. Selanjutnya mewiridkan: Ya Allah, Ya Rasulullah, Ya Syekh Abdul Qadirjaelani, Ya Allah kulo nyuwun karamahipun Syekh Abdul Qadirjaelani (Ya Allah, saya minta karamahnya Syekh Abdul Qadir Jaelani). Sambil dipancing dengan gerakan-gerakan untuk kemudian gerak sendiri tanpa bisa dikendalikan. Setelah itu minta gerakan apa saja, langsung bisa sendiri.

Rabu, 06 Januari 2016

ANAK INDIGO BERTINGKAH ANEH KARENA DAPAT MELIHAT JIN



ALAMAT RUQYAH SYAR'IYYAH DAN BEKAM
JL. PERCETAKAN NEGARA VII NO 31 RAWASARI  JAKARTA PUSAT 
BUKA PRAKTEK BEKAM SETIAP HARI DARI JAM 09.00 S/D 17.00 TERMASUK HARI LIBUR DILUAR JAM BISA JANJIAN MENERIMA BEKAM PANGGILAN, BEKAM MASSAL, BEKAM SUAMI ISTRI , BEKAM KEPALA TANPA HARUS MENCUKUR RAMBUT DLL, Tlp : 0815 11311 554 , 0812 828 11254 WA / SMS
 

 Sosok anak kecil (8 thn) berkaca mata yang tinggal di Bekasi itu terkesan tenang dan pendiam. Tapi siapa sangka di balik ketenangannya itu ia menyimpan sebuah kisah penuh misteri. Awal mula keanehan itu seakan merupakan suatu kelebihan, karena si anak bisa melihat jin yang tidak terlihat oleh orang yang bersamanya.
Namun, perjalanan selanjutnya ternyata melahirkan suatu penderitaan yang beruntun yang harus ditanggung oleh “si anak indigo” itu.
Dirumah orangtuanya yang asri, merangkap sebagai tempat pembelajaran anak-anak, Majalah Ghoib berbincang santai dengan kedua orangtuanya. Inilah penuturannya.
Terus terang keluarga saya secara turun temurun, senang mempelajari ilmu kanuragan. Mulai dari buyut, kakek, hingga ayah. Bedanya, ayah tidak suka menggunakan kepandaiannya dan tidak mau mendalaminya
.
Setiap orang yang mempelajari ilmu semacam ini suka ataupun tidak, tentu sadar bahwa ilmunya itu bisa turun kepada anak-anaknya. Dan itulah yang terjadi pada keluarga saya. Hingga sekarang. Saat ini saudara saya masih ada yang memperdalam kemampuannya, sampai bisa menghilang dair pandangan orang lain. Hal ini sangat disadari ayah dan beliau tidak ingin saya mewarisi ilmunya ini, sehingga beliau berusaha keras melindungi saya yang kebetulan adalah anak yang paling disayanginya. Disamping itu, saya merupakan satu-satunya anak perempuan di keluarga.
Meskipun saya tidak mewarisi ilmu itu, bukan berarti saya bisa bernafas dengan lega. Sebab saya juga khawatir ilmu itu akan terwarisi oleh anak saya, karena menurut hitungan uwak saya, ilmu itu akan diwarisi oleh Andi (nama samaran), anak saya yang kedua. Saya masih belum menyadarinya hingga suatu hari saya menderita sakit. Temperatur panas badan saya sangat tinggi.
Dan keesokan harinya saya langsung berobat ke dokter. Saya terperangah, seakan tidak percaya ketika mendengar penjelasan dokter. “Ibu mengidap penyakit kelenjar getah bening dalam taraf yang sudah akut. Ibu harus menjalani operasi”. Demikian dokter menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorium kepada saya dan suami. Seakan tersambar Guntur di siang hari, saya tidak percaya. Bagaimana mungkin demam yang baru saya derita satu hari dinyatakan sudah akut dan harus dioperasi. Padahal sebelumnya saya tidak merasakan gejala orang sakit kelenjar getah bening. Saya hanya pasrah, “Kalau sakit itu merupakan ujian, saya harus bersabar.” ltu saja yang membuat saya terus semangat beribadah.
Namun, untuk menjalani operasi kelenjar getah bening terus terang saia saya masih belum siap, dan secara kebetulan ada beberapa teman yang memberikan informasi bahwa di Sukabumi ada pengobatan alternatif yang terkenal. Akhirnya dengan ditemani suami saya berobat ke sana. Sepulang berobat saya dikasih rajah yang harus direbus dengan cara-cara tertentu dan diminum selama empat puluh hari. Terus terang, saya tidak tahu apakah ada kaitan antara sakit yang diderita Andi dengan peristiwa yang saya alami ini, sebab kejadiannya memang susul menyusul.