Jumat, 20 Desember 2013

Lelembut Penebar Teror Wewangian


Kalau kita pernah berkunjung ke Honiara, ibukota Kepulauan Solomon. Di sana berdiri dengan megah sebuah gedung parlemen. Bangunan tersebut sepintas biasa-biasa saja. Dindingnya dari batu bata berlapis semen bercat biru muda. Langit-langit gedung parlemen ini dihias motif-motif tradisional Melanesia, berupa sisik ikan. Di bagian dinding dan meja, terdapat hiasan dari kayu berbentuk ukiran satwa, terutama buaya.
Bangunan ini menjadi ajang pergulatan politik dari berbagai pihak yang mewakili rakyat setelah pemilu. Gedung parlemen seperti ini, kerap didatangi para demonstran untuk menyampaikan aspirasinya. Konon ruang sidang utama di gedung parlemen ini wingit (angker). Sepertinya cerita-cerita mistik seperti ini, selalu didapatkan dari sumber berita yang tidak valid-karena diawali dengan konon. Tanpa sebab-sebab yang jelas, di ruangan itu kerap muncul bau wangi seperti minyak kayu putih. Bau tersebut sering mengejutkan petugas yang kerjanya mengecek apakah jendela-jendela telah ditutup dengan baik ataukah pintu-pintu sudah dikunci. Kenapa harus terkejut, padahal minyak kayu putih sering digunakan oleh semua kalangan untuk obat masuk angin, termasuk anggota dewan.
Pablo Herdine, seorang satpam yang bertugas di gedung parlemen, pernah kebingungan saat memasuki ruang sidang utama. Waktu itu anggota parlemen sudah pulang semua. Sidang berlangsung sampai sore, karena membahas soal anggaran yang sangat alot. Sekitar pukul 21.00, Pablo masuk ke ruang sidang utama. Petugas cleaning service telah lama meninggalkan tempat itu. Kini Pablo yang harus mengecek jendela dan pintu-pintu. Begitu masuk ruangan, bau minyak kayu putih langsung dirasakan Pablo. Lantaran tidak biasa mencium bau kayu putih, Pablo justru merasa agak pusing. Di samping itu, ia pun merasa heran oleh munculnya bau minyak kayu putih itu. Kalau rasa heran sudah menyelimuti, maka jin akan terus berulah. Karena mereka merasa telah berhasil menggoda manusia. Setelah mengecek jendela dan beberapa pintu, Pablo bergegas meninggalkan ruang sidang utama. Masih ada satu pintu lagi yang harus dikunci dan setelah itu, ia boleh berjaga di gardu. Tak berapa lama, tugas Pablo pun selesai. Ia melangkahkan kaki, menuruni tangga menuju lantai dasar. Dalam kondisi seperti ini, ketenangan sangat diperlukan. Apalagi jika ditambah dengan mendekatkan diri pada Tuhan. Bukan malah ketakutan.
Pada saat itulah, Pablo menoleh ke arah pintu ruang sidang utama dan sangat terkejut, karena melihat ada seorang lelaki setengah baya sedang membuka daun pintu. Padahal Pablo ingat benar, ia sudah mengunci pintu itu dua kali. Jadi mustahil jika ada orang yang bisa membuka pintu ruang sidang utama dengan begitu mudah. Merasa penasaran, akhirnya Pablo kembali naik ke atas. Dengan tidak sabar, dibukanya pintu ruang sidang utama. Benar saja, pintu itu tidak terkunci. Agak ragu, Pablo masuk kembali ke ruang sidang utama dan kembali mencium bau minyak kayu putih. Makanya jangan ragu dan tetaplah melangkah dengan penuh keyakinan kepada Tuhan. Ia sengaja membiarkan pintu terbuka dan di dalam, Pablo melayangkan pandangan ke seantero ruangan. Kali ini lagi-lagi ia terkejut, karena tidak menemukan orang lain di sana. Memang begitulah kerjaan jin yang suka usil kepada orang-orang yang tipis keimanannya. Belakangan ia mendengar cerita bahwa ruang sidang utama gedung parlemen itu memang dijaga lelembut pria. Jin akan merasa betah pada bangunan atau gedung yang di dalamnya tidak pernah dibacakan permohonan perlindungan pada Tuhan. Padahal hanya dengan itu mereka akan keok.

Penulis : Tim Majalah Ghoib Ruayah Syar'iyyah dan Bekam 021-70374645, 0815 11311 554


Tidak ada komentar:

Posting Komentar