Sebelum
Mengenal Thibbun Nabawi (Hijamah/Bekam maupun Produk Herbalnya) saya
sering mengalami keluhan dimana saya sering mengalami sakit kepala yang
saya sudah mahfum kalau hal itu dikarenakan masuk angin. Dan sudah
menjadi tradisi kalau sudah seperti itu saya selalu ‘Kerokan’ dengan
minyak kayu putih atau balsem, juga untuk obat obatan selalu saya
sediakan untuk antisipasi datangnya penyakit aneh ini. Tapi yang lebih
aneh datangnya penyakit ini hampir tiap hari… pokoknya sering banget
gitu loh… repot sekali bahkan dalam satu minggu minimal sekali saya
harus menjalani rutinitas kerokan yang saya
akumulasikan pada hari minggunya. Setelah mengenal Thibbun Nabawi
(Hijamah maupun Produk Herbalnya), saya melakukan hijamah pada awalnya
setiap minggu selama satu bulan… dan aneh (alhamdulillah) saya semenjak
itu tidak mengalami yang namanya rutinitas kerokan karena masuk Angin.
Dan juga yang namanya obat obatan sakit kepala yang sering saya
konsumsi, alhamdulillah saat ini tidak pernah saya menyentuhnya, cukup
dengan mengkonsumsi makanan Herbal dari Thibbun Nabawi ini. Saya baru
tahu ini kalau Thibbun Nabawi adalah metode pengobatan terbaik (hal ini
telah disampaikan langsung oleh Allah dan Rasulnya), tapi sayang selama
ini kita telah tertipu oleh metode pengobatan barat yang tidak pernah
memberikan kesembuhan total (bukan solusi). Segala Puji Bagi Allah yang
menurunkan metoda pengobatan terbaik untuk umat manusia. …..(Diambil
dari Islamic Medicine)Senin, 27 Oktober 2014
BEKAM SEMBUHKAN MASUK ANGIN DENGAN IZIN ALLOH SWT
Sebelum
Mengenal Thibbun Nabawi (Hijamah/Bekam maupun Produk Herbalnya) saya
sering mengalami keluhan dimana saya sering mengalami sakit kepala yang
saya sudah mahfum kalau hal itu dikarenakan masuk angin. Dan sudah
menjadi tradisi kalau sudah seperti itu saya selalu ‘Kerokan’ dengan
minyak kayu putih atau balsem, juga untuk obat obatan selalu saya
sediakan untuk antisipasi datangnya penyakit aneh ini. Tapi yang lebih
aneh datangnya penyakit ini hampir tiap hari… pokoknya sering banget
gitu loh… repot sekali bahkan dalam satu minggu minimal sekali saya
harus menjalani rutinitas kerokan yang saya
akumulasikan pada hari minggunya. Setelah mengenal Thibbun Nabawi
(Hijamah maupun Produk Herbalnya), saya melakukan hijamah pada awalnya
setiap minggu selama satu bulan… dan aneh (alhamdulillah) saya semenjak
itu tidak mengalami yang namanya rutinitas kerokan karena masuk Angin.
Dan juga yang namanya obat obatan sakit kepala yang sering saya
konsumsi, alhamdulillah saat ini tidak pernah saya menyentuhnya, cukup
dengan mengkonsumsi makanan Herbal dari Thibbun Nabawi ini. Saya baru
tahu ini kalau Thibbun Nabawi adalah metode pengobatan terbaik (hal ini
telah disampaikan langsung oleh Allah dan Rasulnya), tapi sayang selama
ini kita telah tertipu oleh metode pengobatan barat yang tidak pernah
memberikan kesembuhan total (bukan solusi). Segala Puji Bagi Allah yang
menurunkan metoda pengobatan terbaik untuk umat manusia. …..(Diambil
dari Islamic Medicine)
Beralihlah dari pengobatan yang berbau syirik ke pengobatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Sabtu, 25 Oktober 2014
Keampuhan Bekam
ALAMAT RUQYAH SYAR'IYYAH DAN BEKAM
JL. PERCETAKAN NEGARA IX A NO 79 B RAWASARI JAKARTA PUSAT
BUKA PRAKTEK BEKAM SETIAP HARI DARI JAM 09.00 S/D 17.00 TERMASUK HARI LIBUR DILUAR JAM BISA JANJIAN MENERIMA BEKAM PANGGILAN, BEKAM MASSAL, BEKAM SUAMI ISTRI , BEKAM KEPALA TANPA HARUS MENCUKUR RAMBUT DLL, Tlp : 0815 11311 554 , 0812 828 11254 WA / SMS
JL. PERCETAKAN NEGARA IX A NO 79 B RAWASARI JAKARTA PUSAT
BUKA PRAKTEK BEKAM SETIAP HARI DARI JAM 09.00 S/D 17.00 TERMASUK HARI LIBUR DILUAR JAM BISA JANJIAN MENERIMA BEKAM PANGGILAN, BEKAM MASSAL, BEKAM SUAMI ISTRI , BEKAM KEPALA TANPA HARUS MENCUKUR RAMBUT DLL, Tlp : 0815 11311 554 , 0812 828 11254 WA / SMS
Menurut Pandangan Ust.M Arifin Ilham
Subhanallah,
Kebenaran adalah kebenaran, hanya soal waktu. Al-Quran dan sunah adalah
sumber kebenaran. Kebenaran akan membawa kebahagiaan. Kebahagiaan spiritual (rohani), kecerdasan intelektual, ketenangan emosional, dan kekuatan fisik.
Kebenaran adalah kebenaran, hanya soal waktu. Al-Quran dan sunah adalah
sumber kebenaran. Kebenaran akan membawa kebahagiaan. Kebahagiaan spiritual (rohani), kecerdasan intelektual, ketenangan emosional, dan kekuatan fisik.
“Dan kami
turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi
0rang-0rang yang beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada
0rang-0rang yang zalim selain kerugian.” (Qs. Al-Isra` [17]: 82)
Al-Qur‘an yang dijabarkan melalui sunah merupakan mukjizat yang menjadisyifa‘ (penawar/obat) untuk jasmani dan rahmat untuk rohani. Semakin hari, semakin tampak kebenaran mukjizat Al-Quran dan sunah, diantaranya mukjizat agung itu adalah hijamah (bekam).
Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya cara pengobatan yang paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam)”
Inilah saatnya kita kembali kepada
syari’at Allah dan Rasul-Nya. Amalkan dan buktikanlah kebenarannya.
Ust.M.Arifin sudah membuktikan keampuhan cara pengobatan nabawi ini.
Terima kasih ya Allah. Shalawat dan salam untuk Engkau ya Rasulullah.
Dan selamat membuktikan.
Muhammad Arifin Ilhamhttp://ruqyahmajalahghoib.blogspot.com/
Beralihlah dari pengobatan yang berbau syirik ke pengobatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Minggu, 28 September 2014
Adakah Roh Manusia yang Bergentayangan?
قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ
مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِيْ وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
“Katakanlah, malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan
mematikan kamu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (QS.
as-Sajdah: 11).
Rasulullah bersabda, “Seorang
mukmin apabila maut menjemputnya, malaikat rahmat mendatanginya. Ketika ia
telah mencabut rohnya ia meletakkannya di sutera putih. Lalu membawanya naik ke
pintu langit. (Para malaikat langit) berkata, “Kami tidak pernah menjumpai
aroma yang lebih wangi dari aroma roh ini”. Lalu dikatakan, “Biarkan ia
istirahat, ia tadinya berada dalam kepayahan”. Ia pun ditanya tentang apa yang
dilakukan si fulan, apa yang dilakukan si fulanah.
Sedangkan orang kafir, apabila
malaikat telah mencabut rohnya. Maka ia dibawa ke pintu bumi. Para malaikat
penjaga bumi bertanya, “Kami belum pernah mencium bau yang lebih busuk dari roh
ini’.” (HR. Ibnu Hibban). Dan masih banyak lagi riwayat lain yang serupa,
bahkan lebih panjang dan lebih detail darinya.
Hadits di atas menginformasikan
bahwa malaikatlah yang mencabut nyawa seseorang bila telah tiba ajalnya. Siapa
pun orang tersebut, muslim atau kafir,
pendosa atau bukan, mati dibunuh atau dianiaya, mati karena sakit atau
tidak. Umur mereka telah ditentukan Allah. Dan malaikat pencabut nyawa selalu
taat dan patuh dalam menjalankan perintah Allah. Ketika nyawa seseorang telah
dicabut, malaikat itu yang membawa dan mengantarkannya ke tempat yang telah
ditentukan.
Beralihlah dari pengobatan yang berbau syirik ke pengobatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Kamis, 25 September 2014
Ternyata Jin Mati seperti Manusia
الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
الَّذِيْ لاَ يَمُوْتُ وَالْجِنُّ وَاْلإِنْسُ يَمُوْتُوْنَ. (رواه
البخاري)
Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Aku
berlindung dengan Kemuliaan-Mu yang tiada Tuhan selain Engkau, yang tidak akan
mati.
Sedangkan jin dan manusia semuanya akan mati.” (HR.
Bukhari, no. 6835).
Keyakinan bahwa jin itu tidak bisa
mati atau umurnya memanjang sampai hari kiamat adalah keyakinan yang salah atau
tidak benar. Yang mendapatkan dispensasi bahwa hidupnya akan memanjang sampai
hari kiamat hanyalah Iblis, bukan jin secara keseluruhan. Karena Iblis hanya
bagian dari jin.
Allah berfirman, “Dan (ingatlah)
ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada
Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin,
maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan
turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah
musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang
yang zalim.” (QS. al-Kahfi: 50).
Dalam ayat tersebut, Allah
menyatakan bahwa Iblis adalah bagian dari jin, “Dia adalah golongan jin”. Iblis
inilah yang durhaka saat diperintahkan Allah untuk sujud kepada Adam. Dan
dialah yang mendapatkan perlakukan khusus dari Allah, yaitu tidak akan mati
sampai hari kiamat kelak.
Karena dalam al-Qur’an itu
disebutkan oleh Allah, “Fainnaka minal Munzhorin” (Sesungguhnya kamu
termasuk yang diberi tangguh). (QS. Shad: 80). Kata ganti (zhamir) yang
dipakai dalam ayat tersebut “Ka”, yang artinya kamu (tunggal). Bukan “Kum”
yang artinya kamu semua (jama’/plural).
Beralihlah dari pengobatan yang berbau syirik ke pengobatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Selasa, 03 Juni 2014
Diajak jin jalan-jalan ke mall
Remaja yang
kehilangan kasih sayang orang tua sejak kecil, tak ubahnya anak ayam yang
kehilangan induknya. Bingung, bimbang, tak tahu kepada siapa harus mengaduh.
Sementara ia masih sangat membutuhkan tuntunan dan bimbingan dalam mengarungi
samudra kehidupan ini. Bila celah tersebut tidak segera diisi oleh orang lain
yang menggantikan peran orang tuanya, maka syetan menemukan kesempatan yang
luas untuk mempengaruhi dan menyetir kehidupannya. Begitulah perjalanan hidup
Yanti yang kini beranjak dewasa, seperti dituturkan Rozali, pamannya Yanti,
kepada Majalah Al-Iman di Jakarta. Berikut petikannya.
Yanti,
keponakanku, sudah ditinggal bapaknya sejak masih kecil. Usianya masih tiga
tahun ketika bapaknya pergi tanpa kabar berita. Ia menghilang seperti ditelan
bumi, meninggalkan anak dan istri yang sedang membutuhkan perhatian dan kasih
sayangnya.
Tinggallah
Yanti dengan ibunya, Mbak Kusminah, yang harus menanggung beban hidup yang
tidak ringan di belantara kota
Jakarta.
Laksana burung, Yanti telah kehilangan satu sayap. Untuk terbang, sudah tidak
lagi mampu, sementara jalan pun tertatih-tatih.
Begitulah
kehidupan Yanti bersama ibunya. Mereka memang tidak dilahirkan dalam keluarga
yang serba berkecukupan. Sehingga Mbak Kusminah dapat mencurahkan perhatian
untuk membesarkan anaknya. Mereka berasal dari keluarga yang biasa saja secara
ekonomi.
Ketika
orang yang diharapkan menjadi penopang ekonomi keluarga pergi tanpa jejak, tak
ada pilihan lain, Mbak Kusminah harus mengambil alih peran itu. Pada satu sisi,
ia dituntut menjadi seorang ibu yang penuh perhatian kepada anaknya, tapi pada
sisi lain, ia harus mencari nafkah demi masa depan anaknya.
Pilihan
yang sulit bagi Mbak Kusminah. Pekerjaan yang bisa dilakoninya hanyalah
pekerjaan kasar. Ya, sebatas pembantu rumah tangga dengan gaji yang juga
pas-pasan.
Konsekuensinya,
ia menitipkan Yanti kepada orang tuanya. Yanti pun tumbuh dalam asuhan
neneknya. Sedih, katanya, ketika menggendong anak majikannya sementara anaknya
di rumah dirawat neneknya. Sudah seharusnya Yanti tumbuh dalam dekapannya.
Dalam kasih sayangnya. Namun keadaan memaksa mereka terpisah untuk sementara
waktu. Perkembangan Yanti, ia serahkan kepada neneknya yang juga ibu
kandungnya sendiri.
Beralihlah dari pengobatan yang berbau syirik ke pengobatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Langganan:
Postingan (Atom)
