Senin, 27 Oktober 2014

BEKAM SEMBUHKAN MASUK ANGIN DENGAN IZIN ALLOH SWT


Sebelum Mengenal Thibbun Nabawi (Hijamah/Bekam maupun Produk Herbalnya) saya sering mengalami keluhan dimana saya sering mengalami sakit kepala yang saya sudah mahfum kalau hal itu dikarenakan masuk angin. Dan sudah menjadi tradisi kalau sudah seperti itu saya selalu ‘Kerokan’ dengan minyak kayu putih atau balsem, juga untuk obat obatan selalu saya sediakan untuk antisipasi datangnya penyakit aneh ini. Tapi yang lebih aneh datangnya penyakit ini hampir tiap hari… pokoknya sering banget gitu loh… repot sekali bahkan dalam satu minggu minimal sekali saya harus menjalani rutinitas kerokan yang saya akumulasikan pada hari minggunya. Setelah mengenal Thibbun Nabawi (Hijamah maupun Produk Herbalnya), saya melakukan hijamah pada awalnya setiap minggu selama satu bulan… dan aneh (alhamdulillah) saya semenjak itu tidak mengalami yang namanya rutinitas kerokan karena masuk Angin. Dan juga yang namanya obat obatan sakit kepala yang sering saya konsumsi, alhamdulillah saat ini tidak pernah saya menyentuhnya, cukup dengan mengkonsumsi makanan Herbal dari Thibbun Nabawi ini. Saya baru tahu ini kalau Thibbun Nabawi adalah metode pengobatan terbaik (hal ini telah disampaikan langsung oleh Allah dan Rasulnya), tapi sayang selama ini kita telah tertipu oleh metode pengobatan barat yang tidak pernah memberikan kesembuhan total (bukan solusi). Segala Puji Bagi Allah yang menurunkan metoda pengobatan terbaik untuk umat manusia. …..(Diambil dari Islamic Medicine)

Sabtu, 25 Oktober 2014

Keampuhan Bekam


ALAMAT RUQYAH SYAR'IYYAH DAN BEKAM
JL. PERCETAKAN NEGARA IX A NO 79 B RAWASARI  JAKARTA PUSAT 
BUKA PRAKTEK BEKAM SETIAP HARI DARI JAM 09.00 S/D 17.00 TERMASUK HARI LIBUR DILUAR JAM BISA JANJIAN MENERIMA BEKAM PANGGILAN, BEKAM MASSAL, BEKAM SUAMI ISTRI , BEKAM KEPALA TANPA HARUS MENCUKUR RAMBUT DLL, Tlp : 0815 11311 554 , 0812 828 11254 WA / SMS
 

Menurut Pandangan Ust.M Arifin Ilham

Subhanallah,
Kebenaran adalah kebenaran, hanya soal waktu. Al-Quran dan sunah adalah
sumber kebenaran. Kebenaran akan membawa kebahagiaan. Kebahagiaan spiritual (rohani), kecerdasan intelektual, ketenangan emosional, dan kekuatan fisik.
“Dan kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi 0rang-0rang yang beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada 0rang-0rang yang zalim selain kerugian.” (Qs. Al-Isra` [17]: 82)
Al-Qur‘an yang dijabarkan melalui sunah merupakan mukjizat yang menjadi
syifa‘ (penawar/obat) untuk jasmani dan rahmat untuk rohani. Semakin hari, semakin tampak kebenaran mukjizat Al-Quran dan sunah, diantaranya mukjizat agung itu adalah hijamah (bekam).
Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya cara pengobatan yang paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam)”
Inilah saatnya kita kembali kepada syari’at Allah dan Rasul-Nya. Amalkan dan buktikanlah kebenarannya. Ust.M.Arifin sudah membuktikan keampuhan cara pengobatan nabawi ini. Terima kasih ya Allah. Shalawat dan salam untuk Engkau ya Rasulullah. Dan selamat membuktikan.
Muhammad Arifin Ilham
http://ruqyahmajalahghoib.blogspot.com/

Minggu, 28 September 2014

Adakah Roh Manusia yang Bergentayangan?


قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِيْ وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
“Katakanlah, malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (QS. as-Sajdah: 11).

Rasulullah bersabda, “Seorang mukmin apabila maut menjemputnya, malaikat rahmat mendatanginya. Ketika ia telah mencabut rohnya ia meletakkannya di sutera putih. Lalu membawanya naik ke pintu langit. (Para malaikat langit) berkata, “Kami tidak pernah menjumpai aroma yang lebih wangi dari aroma roh ini”. Lalu dikatakan, “Biarkan ia istirahat, ia tadinya berada dalam kepayahan”. Ia pun ditanya tentang apa yang dilakukan si fulan, apa yang dilakukan si fulanah.
Sedangkan orang kafir, apabila malaikat telah mencabut rohnya. Maka ia dibawa ke pintu bumi. Para malaikat penjaga bumi bertanya, “Kami belum pernah mencium bau yang lebih busuk dari roh ini’.” (HR. Ibnu Hibban). Dan masih banyak lagi riwayat lain yang serupa, bahkan lebih panjang dan lebih detail darinya.
Hadits di atas menginformasikan bahwa malaikatlah yang mencabut nyawa seseorang bila telah tiba ajalnya. Siapa pun orang tersebut, muslim atau kafir,  pendosa atau bukan, mati dibunuh atau dianiaya, mati karena sakit atau tidak. Umur mereka telah ditentukan Allah. Dan malaikat pencabut nyawa selalu taat dan patuh dalam menjalankan perintah Allah. Ketika nyawa seseorang telah dicabut, malaikat itu yang membawa dan mengantarkannya ke tempat yang telah ditentukan.

Kamis, 25 September 2014

Ternyata Jin Mati seperti Manusia

 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ -صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- كَانَ يَقُوْلُ: أَعُوْذُ بِعِزَّتِكَ
الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الَّذِيْ لاَ يَمُوْتُ وَالْجِنُّ وَاْلإِنْسُ يَمُوْتُوْنَ. (رواه البخاري)
Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Aku berlindung dengan Kemuliaan-Mu yang tiada Tuhan selain Engkau, yang tidak akan mati.
Sedangkan jin dan manusia semuanya akan mati.” (HR. Bukhari, no. 6835).

Keyakinan bahwa jin itu tidak bisa mati atau umurnya memanjang sampai hari kiamat adalah keyakinan yang salah atau tidak benar. Yang mendapatkan dispensasi bahwa hidupnya akan memanjang sampai hari kiamat hanyalah Iblis, bukan jin secara keseluruhan. Karena Iblis hanya bagian dari jin.
Allah berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (QS. al-Kahfi: 50).
Dalam ayat tersebut, Allah menyatakan bahwa Iblis adalah bagian dari jin, “Dia adalah golongan jin”. Iblis inilah yang durhaka saat diperintahkan Allah untuk sujud kepada Adam. Dan dialah yang mendapatkan perlakukan khusus dari Allah, yaitu tidak akan mati sampai hari kiamat kelak.
Karena dalam al-Qur’an itu disebutkan oleh Allah, “Fainnaka minal Munzhorin” (Sesungguhnya kamu termasuk yang diberi tangguh). (QS. Shad: 80). Kata ganti (zhamir) yang dipakai dalam ayat tersebut “Ka”, yang artinya kamu (tunggal). Bukan “Kum” yang artinya kamu semua (jama’/plural). 

Selasa, 03 Juni 2014

Diajak jin jalan-jalan ke mall

Remaja yang kehilangan kasih sayang orang tua sejak kecil, tak ubahnya anak ayam yang kehilangan induknya. Bingung, bimbang, tak tahu kepada siapa harus mengaduh. Sementara ia masih sangat membutuhkan tuntunan dan bimbingan dalam mengarungi samudra kehidupan ini. Bila celah tersebut tidak segera diisi oleh orang lain yang menggantikan peran orang tuanya, maka syetan menemukan kesempatan yang luas untuk mempengaruhi dan menyetir kehidupannya. Begitulah perjalanan hidup Yanti yang kini beranjak dewasa, seperti dituturkan Rozali, pamannya Yanti, kepada Majalah Al-Iman di Jakarta. Berikut petikannya.

Yanti, keponakanku, sudah ditinggal bapaknya sejak masih kecil. Usianya masih tiga tahun ketika bapaknya pergi tanpa kabar berita. Ia menghilang seperti ditelan bumi, meninggalkan anak dan istri yang sedang membutuhkan perhatian dan kasih sayangnya.
Tinggallah Yanti dengan ibunya, Mbak Kusminah, yang harus menanggung beban hidup yang tidak ringan di belantara kota Jakarta. Laksana burung, Yanti telah kehilangan satu sayap. Untuk terbang, sudah tidak lagi mampu, sementara jalan pun tertatih-tatih.
Begitulah kehidupan Yanti bersama ibunya. Mereka memang tidak dilahirkan dalam keluarga yang serba berkecukupan. Sehingga Mbak Kusminah dapat mencurahkan perhatian untuk membesarkan anaknya. Mereka berasal dari keluarga yang biasa saja secara ekonomi.
Ketika orang yang diharapkan menjadi penopang ekonomi keluarga pergi tanpa jejak, tak ada pilihan lain, Mbak Kusminah harus mengambil alih peran itu. Pada satu sisi, ia dituntut menjadi seorang ibu yang penuh perhatian kepada anaknya, tapi pada sisi lain, ia harus mencari nafkah demi masa depan anaknya.
Pilihan yang sulit bagi Mbak Kusminah. Pekerjaan yang bisa dilakoninya hanyalah pekerjaan kasar. Ya, sebatas pembantu rumah tangga dengan gaji yang juga pas-pasan.
Konsekuensinya, ia menitipkan Yanti kepada orang tuanya. Yanti pun tumbuh dalam asuhan neneknya. Sedih, katanya, ketika menggendong anak majikannya sementara anaknya di rumah dirawat neneknya. Sudah seharusnya Yanti tumbuh dalam dekapannya. Dalam kasih sayangnya. Namun keadaan memaksa mereka terpisah untuk sementara waktu. Perkembangan Yanti, ia serahkan kepada neneknya yang juga ibu kandungnya sendiri.