Rabu, 08 Juli 2020

Hadits -hadits tentang bekam




سُئِلَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ عَنْ كَسْبِ الْحَجَّامِ فَقَالَ احْتَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَمَهُ أَبُو طَيْبَةَ فَأَمَرَ لَهُ بِصَاعَيْنِ مِنْ طَعَامٍ وَكَلَّمَ أَهْلَهُ فَوَضَعُوا عَنْهُ مِنْ خَرَاجِهِ وَقَالَ إِنَّ أَفْضَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ أَوْ هُوَ مِنْ أَمْثَلِ دَوَائِكُمْ

Dari Anas bin Malik r.a,(ditanya) mengenai Hijamah, beliau berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah ber-bekam/hijamah dan memerintahkan keluarga beliau dan Rasulullah bersabda: Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah dengan Hijamah.Hadis dari Ibnu Abi Umar juga menyebutkan demikian(Shahih Muslim 1577)

عَنْ أَبِي رَجَاءٍ، عَنْ سَمُرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”أَفْضَلُ مَا تَدَاوَى بِهِ النَّاسُ الْحِجَامَةُ”. المعجم الكبير الطبراني

Dari Abi Raja’, dari Samurah r.a. berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Sebaik-baik pengobatan yang manusia lakukan adalah dengan Hijamah. (Mu’jam Kabir – At Thabrani)

عَنْ مُعَاوِيَةَ بن قُرَّةَ، عَنْ مَعْقِلِ بن يَسَارٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”الْحِجَامَةُ يَوْمَ الثُّلاثَاءِ لِسَبْعَ عَشْرَةَ مِنِ الشَّهْرِ دَوَاءٌ لَدَاءِ سَنَةٍ” معرفة الصحابة لأبي نعيم الأصبهاني(1) الحجامة : نوع من العلاج بتشريط موضع الألم وتسخينه لإخراج الدم الفاسد منه

Dari Muawiyah, dari Ma’ql bin Yassar r.a, berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Hijamah pada hari selasa atau tanggal 17 adalah pengobatan yang disunnahkan(Ma’rifatu Shahabah dan Mu’jam Kabir At Thabrani)

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا عَوْفٌ وَهَوْذَةُ حَدَّثَنَا عَوْفٌ حَدَّثَنَا شَيْخٌ مِنْ بَكْرِ بْنِ وَائِلٍ فِي مَجْلِسِ قَسَامَةٍ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى سَمُرَةَ وَهُوَ يَحْتَجِمُ فَقَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ مِنْ خَيْرِ دَوَائِكُمْ الْحِجَامَةَ

Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah Hijamah(Musnad Ahmad)

عن معقل بن يسار ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « الحجامة يوم الثلاثاء لسبع عشرة من الشهر ، دواء لداء سنة » القول في البيان عن معاني هذه الأخبار إن قال لك قائل : ما أنت قائل في هذه الأخبار التي رويتها لنا عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ، من ندبه أمته إلى الحجامة ، وقوله عليه السلام : « ما مررت بملأ من الملأ الأعلى إلا أمروني بالحجامة ، وقالوا : مر أمتك بالحجامة » ، وقوله صلى الله عليه وسلم « احتجموا لخمس عشرة ، وسبع عشرة ، وتسع عشرة ، وإحدى وعشرين »

Minggu, 05 Juli 2020

Agar Terhindar dari Bahaya Kelaparan


Doa Matsur 


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الصَّمَمِ وَالْبُكْمِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ مَوْتِ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ،  وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ مَوْتِ الْهَدَمِ، وَأُعُوْذُ بِكَ مِنْ مَوْتِ الْجُوْعِ فَإِنَّهُ بِئْسَ اْلفَجِيْعِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخِيَانَةِ فَإِنهَّاَ بِئْسَتِ اْلبِطَانَةِ


(Alloohumma innii a’uudzubika minas shomami wal bukmi. Wa a’uudzubika min mautil maktsami wal maghrom. Wa a’uudzubika min mautil hadam. Wa a’uudzubika min mautil juu’i fainnahu biksal fajii’. Wa a’uudzubika minal khiyaanati fainnahaa biksatil bithoonah.)

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlendung kepada-Mu dari kebutaan dan ketulian. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kematian yang penuh dosa dan hutang. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati akibat reruntuhan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena kelaparan, karena itu adalah seburu-buruk bencana. Dan aku berlidung kepada-Mu dari pengkhianatan, karena itu adalah seburuk-buruk teman.”


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ -رضي الله عنه- قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ الله -صلى الله عليه وسلم- يَدْعُوْ: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الصَّمَمِ وَالْبُكْمِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ مَوْتِ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ،  وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ مَوْتِ الْهَدَمِ، وَأُعُوْذُ بِكَ مِنْ مَوْتِ الْجُوْعِ فَإِنَّهُ بِئْسَ اْلفَجِيْعِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخِيَانَةِ فَإِنهَّاَ بِئْسَتِ اْلبِطَانَةِ. (رواه الهيثمي)

Abu Hurairah berkata, “Rasulullah pernah berdo’a: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlendung kepada-Mu dari kebutaan dan ketulian. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kematian yang penuh dosa dan hutang. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati akibat reruntuhan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena kelaparan, karena itu adalah seburu-buruk bencana. Dan aku berlidung kepada-Mu dari pengkhianatan, karena itu adalah seburuk-buruk teman.” (HR. al-Haitsami dalam Kitab az-Zawaid: 2/ 959).

Selasa, 09 Juni 2020

Bekam Jakarta Pusat


"DETOX vs BEKAM”

Detox

Detoksifikasi alias detox adalah cara untuk membersihkan tubuh dari racun. Diet detoksifikasi mengharuskan Anda melakukan hal tertentu dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan untuk membersihkan tubuh dari racun lingkungan dan makanan yang ada dalam tubuh. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang melakukannya dengan hanya mengonsumsi jus sayur dan buah, dan ada juga yang melakukannya dengan cara yang lebih mudah, seperti menghindari diri dari konsumsi makanan yang mengandung gula, garam, kafein, dan alkohol.

Anda yang biasanya mengonsumsi makanan yang tidak sehat mungkin akan merasa lebih baik setelah melakukan detoksifikasi ini. Tubuh Anda akan terasa seperti ada perbaikan, lebih muda, dan lebih berenergi. Mungkin dengan melakukan detoksifikasi ini, Anda juga akan kehilangan beberapa kilogram berat badan Anda. Namun, jika berat badan Anda sudah turun dan berada dalam kisaran yang normal, sebaiknya Anda pertahankan dengan tetap mengadopsi pola hidup sehat.
Bekam

Sabtu, 09 Mei 2020

Keghaiban Turunnya Malaikat




تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِّنْ كُلِّ أَمْرٍ


“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril
dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. al-Qadr: 4).

Malaikat adalah makhluk Allah yang telah Dia ciptakan dari cahaya. Malaikat termasuk makhluk ghaib yang tidak bisa dilihat wujud aslinya oleh manusia, kecuali para nabi dan rasul yang dikehendaki Allah. Walaupun mata kita belum pernah melihatnya secara nyata, tapi kita sebagai seorang mukmin wajib mengimani keberadaannya. Malaikat itu ada, karena keberadaannya telah dikabarkan Allah dan Rasul-Nya, melalui al-Qur’an dan as-Hadits yang telah sampai di tangan kita.
Dan yang kita maksud dari turunnya malaikat dalam pembahasan ini adalah turunnya mereka pada malam keagungan (lailatul qadri) yang nilainya di sisi Allah lebih baik daripada seribu bulan. Sebagaimana yang diinformasikan oleh al-Qur’an, bahwa pada malam itu para malaikat turun dari langit atas perintah Allah, lalu mereka berjejal dan menyesaki bumi ini.

Turunnya Malaikat ke Bumi
Para malaikat Allah sangat banyak sekali jumlahnya, dan tidak ada yang mengetahui secara pasti berapa jumlah mereka sebenarnya. Hanya Allah yang Maha Mengetahui berapa kuantitas para malaikat, baik yang ada di bumi bersama manusia maupun yang ada di langit sana.
“Dan tidak ada yang mengetahu tentara Rabbmu (Tuhanmu) kecuali Dia sendiri.” (QS. al-Muddatstsir: 31).

Selasa, 05 Mei 2020

Keghaiban Nuzulul Qur’an




شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda
(antara yang hak dan yang bathil)…
(QS. al-Baqarah: 185).

Ternyata al-Qur’an sebagai kitab suci yang selama ini telah menjadi pedoman hidup kita turunnya pada bulan Ramadhan, tepatnya pada malam keagungan atau malam lailatul qadr. Bukankah lailatul qadr itu adanya di sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan? Sebagaimana yang banyak diberitakan oleh Rasulullah dalam banyak haditsnya yang shahih. Lalu kenapa kita selalu memperingati peringatan turunnya al-Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan? Apakah ada kesalahan referensi sehingga antara keduanya itu terjadi tulalit? Inilah salah satu permasalahan yang akan kita urai pada tema ini.

Tahapan Proses Penurunan al-Qur’an

Selama ini kita memahami bahwa turunnya al-Qur’an dari Allah kepada Rasulullah terjadi hanya dengan satu proses. Yaitu Allah menurunkan al-Qur’an secara bertahap kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Padahal sebenarnya tidaklah seperti itu. Al-Qur’an diturunkan melalui dua kali proses penurunan.
Pertama, Al-Qur’an diturunkan oleh Allah dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah (di langit dunia) secara keseluruhan dan sekaligus, dan itu terjadi pada waktu lailatul qadr. Kedua, Malaikat Jibril atas perintah Allah menurunkan al-Qur’an dari Baitul ‘Izzah kepada Rasulullah secara berangsur dan dalam jangka waktu yang cukup lama, yaitu 23 tahun. 13 tahun di Makkah dan sekitarnya, dan 10 tahun lagi di Madinah dan sekitarnya.