Rabu, 06 September 2017

Efek Bekam Terhadap Penyakit Hipertensi Atau Tekanan Darah Tinggi

Tulisan ini diambil dari buku Dr. Ahmad Razak Sharaf berjudul “Penyakit dan Terapi Bekamnya”. Langsung saja efek bekam terhadap penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah:

1.       Bekam berperan menenangkan sistem syaraf simpatik (sympathetic nervous system). Pergolakan pada sistem syaraf simpatik ini menstrimulasi sekresi enzim yang berperan sebagai sistem angiotensin renin. Setelah sistem ini tenang dan aktivitasnya berkurang, tekanan darah akan turun.
2.       Bekam berperan menurunkan volume darah yang mengalir di pembuluh darah sehingga mengurangi tenanan darah.

3.       Bekam mengendalikan kadar hormon aldosteron sehingga mengendalikan tekanan darah pula.
4.       Zat nitrit oksida (NO) berperan dalam vasodilatasion (proses perluasan pembuluh darah) sehingga menyebabkan turunnya tekanan darah.
5.       Kadar sodium didapati menjadi proposional setelah dilakukannya bekam sehingga menurunkan tekanan darah.

6.       Bekam, melalui zat nitrit oksida (NO), berperan meningkatkan suplai nutrisi dan darah yang dibutuhkan oleh sel-sel dan lapisan lapisan pembuluh darah arteri maupun vena, sehingga menjadikannya lebih kuat dan elastis serta mengurangi tekanan darah. Penderita hipertensi pun mendapatkan kesembuhan, dengan izin Allaah.

7.       Bekam berperan menstimulasi reseptor-reseptor khusus yang terkait dengan penciutan dan peregangan pembuluh darah (baroreseptor) sehingga pembuluh darah bisa merespon berbagai stimulus dan meningkatkan kepekaannya terhadap faktor-faktor penyebab hipertensi.


Catatan:

1.       Penderita hipertensi harus berhenti mengkonsumsi makanan-makanan pedas dan mengandung banyak sodium seperti garam dan acar. Juga harus menghentikan merokok.
2.       Penderita hipertensi harus berusaha mengurangi kelebihan berat badan. Hal itu akan membantu menurunkan tensi darah.

3.       Penderita hipertensi harus menghindari situasi-situasi yang menimbulkan tekanan psikologis atau dampak psikologis yang buruk.
4.       Penderita hipertensi hendaklah rutin melakukan berbagai macam olah raga seperti jalan kaki, lari, dan renang. Ini akan membantu mengatur tekanan darah.

5.       Penderita hipertensi harus meminum obat-obatan penurun tekanan darah secara teratur dan menghentikan obat-obatan tersebut pada hari berbekam agar tidak mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan darah secara drastis sehingga mengakibatkan tekanan darah rendah.
6.       Jika ada penyebab lain dari hipertensi seperti penyakit ginjal dan liver, penyakit tersebut harus diobati terlebih dahulu.

7.       Diutamakan pembekaman dilakukan di beberapa titik di punggung bagi penderita hipertensi. Karena titik-titik tersebut menurunkan tensi dengan cepat. Oleh karena itu pembekaman dilakukan dalam kondisi pasien berbaring tengkurap atau miring.

8.       Tekanan darah harus diperiksa sebelum maupun sesudah terapi bekam.
9.       Penderita hipertensi harus menggunakan sarana pengobatan lain yang telah dijelaskan oleh Rasuulullaah seperti sedekah dan doa.

Eksperimen dan hasil terapi

Hasil bekam untuk kasus hipertensi adalah “baik”. Hasil tersebut terlihat sejak terapi pertama kali. Tapi beberapa hari kemudian, tekanan darah naik sekali lagi. Oleh karena itu, terapi harus dilakukan secara rutin hingga mencapai hasil yang permanen. Terapi yang diperlukan untuk penderita hipertensi bisa mencapai 8 kali pertemuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar