Minggu, 08 Desember 2013

Awas Pelet! (Sihir Mahabbah)

   Berbicara tentang hal-hal yang terkait dengan asmara antara lelaki dengan perempuan, seperti tak ada habis-habisnya. Terlebih saat ini, ketika jaman telah ramai oleh segala perangkat yang mengekploitasi nafsu manusia. Pendek kata, ini adalah jaman ketika syahwat diaduk-aduk hingga menjadi panas. Melalui tontonan, buku, internet, dan cara-cara lainnya.
   Seringkali, seorang laki-laki begitu jatuh cinta kepada perempuan karena sebab-sebab tertentu. Sebaliknya juga sama, perempuan juga bisa jatuh cinta kepada laki-laki pujaannya. Nah, untuk urusan cinta-mencinta inilah, banyak orang mengambil jalan yang salah. 
   Terutama bila cintanya bak gayung yang tak bersambut. Akhirnya mereka mengambil jalan pintas. Dengan cara potong kompas untuk mendapatkan “target yang diincarnya”.
   Hal yang sama juga bisa terjadi pada pasangan yang sudah menikah. Katanya, untuk mendapatkan cinta dari pasangannya itu, biar awet cintanya, dan lain sebagainya. Yang lebih kacau, adalah pasangan yang sudah menikah berusaha menggaet pasangan orang lain. Maka terjadilah perselingkuhan yang kini merebak di mana-mana.
   Cara pintas yang biasa mereka lakukan adalah pergi ke tukang sihir. Kepada tukang sihir itu mereka lantas menyampaikan keinginannya. Mereka seperti tidak peduli, bahwa tindakan tersebut jelas-jelas merusak aqidah (iman), yang menjerumuskan mereka ke jalan kemusyrikan.
    Bentuk dan hal-hal yang berhubungan dengan sihir mahabbah atau sihir cinta, atau pelet ini banyak sekali. Seorang ulama dan pakar terapi gangguan sihir atau syetan dari Timur Tengah. Syeikh Abdussalam Bali, menjelaskan hal tersebut panjang lebar dalam bukunya As Sharim al Battar fit Tashoddi lis Saharoti asyror.
   Kemusyrikan menggunakan sihir pemikat sangat jelas disabdakan oleh Rasulullah SAW. dalam sabdanya, ”Sesungguhnya jampi-jampian, jimat penangkal dan guna-guna adalah memusyrikkan.” (HR. Ahmad (l/381), Abu Daud (3883); lbnu Majah(3530), al Hakim (4/418), dan disebutkan oleh al Albani di dalam ash Shohihah (no. 331).
   Kata ‘jampi-jampi’ dalam hadits di atas, yang dilarang, menurut para ulama adalah jampi-jampi yang mengandung permohonan bantuan kepada jin, syetan, dan lain sejenisnya yang termasuk dalam kemusyrikan. Seperti dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadits yang lain: “Tidaklah mengapa dengan ruqyah :selama tidak berupa kemusyrikan.” (HR. Muslim).
   Ibnu Katsir berkata, “At-Tiwalah (guna-guna) ialah sihir atau, yang sejenisnya yang dilakukan oleh orang-orang perempuan supaya tetap dicintai suaminya. Tentu, hal serupa juga bisa dilakukan oleh orang laki-laki. Nabi SAW. memasukkan perbuatan ini ke dalam kategori kemusyrikan karena mereka meyakini bahwa guna-guna itulah yang mempengaruhi dan melakukan kebalikan apa yang telah ditentukan Allah." (An-Nihayah, I/200)
Gejala Sihir Mahabbah
   Secara lahiriah, pada batas tertentu, sihir mahabbah bisa dilihat gejalanya. Syeihkh Abdussalam Bali memaparkan sebagai berikut di antaranya:
1. Asmara dan cinta yang berlebihan.

2. Keinginan yang sangat besar untuk banyak melakukan hubungan seksual.

3. Tidak dapat menahan rasa cinta kepada seseorang yang dicintainya.

4. Mabuk kepayang untuk melihat orang yang dicintainya

5. Mentaati dia sepenuhnya.
   Kelima kondisi tersebut merupakan indikasi yang dimungkinkan terjadi karena seseorang terkena sihir mahabbah. Terutama pada poin kelirna, dimana lantas karena cintanya seseorang menuruti apa saja kemauan orang yang dicintainya itu. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat gejala buruknya, misalnya dalam hal ibadah menjadi malas, misalnya. Selain itu, dengan cara diruqyah Insya Allah akan terlihat.
Bagaimana Terjadinya Sihir Mahabbah?
   Dalam kehidupan rumah tangga, tidak jarang antara suami dan istri berselisih paham. Kondisi ini bisa menimbulkan percekcokan, pertikaian, bahkan mungkin perceraian. Kondisi seperti ini juga menjadi salah satu celah bagi syetan untuk menunggangi permasalahan cinta dan benci dalam sebuah rumah tangga.
   Repotnya, para pasangan itu sendiri justru bukannya sadar dengan bisikan dan godaan syetan itu, malah sebaliknya, meminta bantuan para tukang sihir untuk menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangga mereka. Keadaan seperti ini sudah sering terjadi di mana-mana.
   Padahal, ada “sihir” yang halal, yang bisa dilakukan para perempuan itu. Bahkan “sihir” tersebut diperintahkan dalam lslam, yaitu berhias untuk suami, mempercantik diri untuk suami, berkata baik, bersikap lembut, dan berbagai perangai baik yang bisa meluluhkan hati suami.
   Bila itu dilakukan, maka sang suami berkewajiban memperlakukan para istrinya dengan ma’ruf, dengan baik. Memberi makan, memberi pakaian, tempat tinggal, menjaga dari bahaya yang mengancam rasa aman. Meskipun, seorang istri juga berhak mendapati suaminya dalam keadaan bersih, segar, tidak bau, tidak berlaku kasar. Begitulah lslam mengajarkan, betapa dibalik hubungan suami istri ada rasa tanggung jawab keislaman yang lebih besar.
   lronisnya, jika kita perhatikan masyarakat kita sekarang ini, kita temukan kontradiksi yang aneh. Kita lihat wanita berhias dengan hiasan yang paling menarik, memakai pakaian dan perhiasan sedemikian rupa dan keluar dengan dandanan seronok seperti perempuan pada hari pernikahannya.

   Namun setelah kembali ke rumah, semua kecantikan dan dandanan yang di pertontonkan kepada orang lain di luar rumah tersebut tidak terlihat sama sekali di hadapan suaminya di rumah.
   Ada perempuan pergi ke tukang sihir untuk melakukan sihir (untuk melakukan guna-guna) agar suaminya tetap mencintainya. Tindakan ini tentu karena lemahnya agama wanita tersebut atau karena ketidaktahuannya bahwa tindakannya itu haram dan tidak boleh.
   Perasaan cemburu wanita bahwa suaminya akan menikah lagi padahal perbuatan ini di bolehkan oleh syariat dan harus diterima dengaan ikhlas, juga bisa memicu mereka untuk melakukan sihir mahabbah. Zaman sekarang terutama dengan pengaruh media masa yang merusak, telah menancapkan dalam benak mereka, bahwa jika suaminya menikah lagi bertanda bahwa suaminya sudah tidak mencintainya.  

   lni adalah kesalahan yang fatal karena ada banyak faktor yang mendorong seorang suami untuk menikah lagi padahal ia tetap mencintai isteri pertamanya.
   Di antara faktor pendorong itu misalnya, keinginan untuk punya anak banyak, tidak bisa menahan keinginan seksual pada saat isterinya sedang haid dan nifas atau keinginanya untuk mempererat hubungannya dengan keluarga tertentu, dan lain-lain.
   Untuk mengerjakan guna-guna ini biasanya tukang sihir meminta darinya salah satu benda bekas pakai orang yang akan diguna-gunai. Misalnya, istri yang ingin mensihir mahabbah suaminya, maka sang tukang sihir akan meminta kepada perempuan itu benda-benda bekas pakai suaminya.

    Misalnya, sapu tangan, peci atau kain yang mengandung bau keringatnya. Yakni bukan yang baru atau yang sudah di cuci, tetapi yang sudah di pakai, kemudian di ambil beberapa benangnya lalu di hembus dan dan dibuat buhul-buhul sihir padanya. Kemudian diperintahkan agar benang-benang sihir tersebut ditanam di tempat yang yang jauh atau dikerjakan sihir di di dalam air atau makanan.
   Sihir yang paling dahsyat adalah yang dibuat di dalam benda najis terutama darah haid. Kemudian di perintahkan agar di letakkan di makanan, minuman, atau wewangian suaminya.
   Adapun bagi perempuan atau laki-laki yang ingin menggaet ‘mangsa’nya karena telah jatuh cinta, banyak juga yang melakukan cara sihir. Mereka bisa datang ke para tukang sihir, lalu meminta dibuatkan sihir untuk mahabbah, dengan berbagai cara. Ada yang melalui makanan, minuman, permen atau benda-benda lainnya.
Akibat Balik dari Sihir Mahabbah.
   Meskipun segala upaya dilakukan mereka untuk mendapatkan cinta melalui bantuan tukang sihir, tidak selalu bahwa sihir mereka berhasil. Justru, tidak jarang, yang terjadi malah sebaliknya. Beberapa kondisi berikut sering terjadi pada mereka yang melakukan sihir mahabbah.
1. Kadang-kadang suami sakit akibat sihir ini. Syaikh Abdussalam Bali mengatakan, “Saya mengetahui ada seorang lelaki sakit tiga tahun akibat sihir ini.”
2. Kadang-kadang sihir ini justru berbalik, sehingga suami membenci isterinya. lni akibat ketidaktahuan kebanyakan tukang sihir tentang dasar-dasar sihir.
3. Kadang seorang istri mengerjakan sihir ganda kepada suaminya dengan tujuan agar dia membenci setiap wanita dan hanya mencintainya saja. Sehingga menyebabkan sang suami membenci ibu, saudara-saudara perempuan, bibi-bibinya dan semua wanita yang masih ada hubungan kerabat.
4. Namun, tidak jarang pula, sihir ganda tersebut berbalik sehingga sang suami membenci semua wanita termasuk isterinya. Kondisi seperti itu pernah ditemui oleh Syaikh Abdussalam Bali. la mengisahkan, “Saya mengetahui orang yang mengalami sihir ini hingga sang suami membenci isterinya dan menceraikannya, kemudian sang isteri pergi ke tukang sihir lagi untuk membatalkan sihirnya tetapi wanita itu di kejutkan oleh kematian tukang sihir. lni seperti pepatah, “Siapa yang menggali lubang untuk menjerumuskan saudaranya maka dia juga ia akan terjatuh padanya.”

Ruqyah Majalah Ghoib 021-70374645
http://ruqyahmajalahghoib.blogspot.com/
Sumber : Majalah Ghoib Edisi 7/1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar